Selasa, 01 Desember 2015

ENGLISH DEBATE



ENGLISH DEBATE
DEBAT BAHASA INGGRIS  
A.PENGERTIAN
1.      Debat merupakan kegiatan memperjuangkan argument tim dengan cara menyampaikan bukti-bukti yang kuat dan relevan agar argument tim menang.
2.      Meyakinkan juri/adjudicator bahwa argument tim adalah argument tim adalah argument yang valid, kuat, dan benar.
B.  PESERTA
Peserta debat disebut dengan DEBATERS
Debat bahasa inggris terdiri dari 2 tim yang saling berlawanan,
1.      Tim positif (affirmative/government team). Tim positif adalah tim yang mendukung/setuju dengan topik(motion).
2.      Tim negatif (opposition team). Tim negatif adalah tim yang menentang atau tidak setuju dengan topik yang diperdebatkan.
Dalam setiap tim terdiri dari 3 debaters, yaitu:-          Pembicara pertama (first speaker)-          Pembicara kedua (second speaker)-          Pembicara ketiga (third speaker). Ada juga yang disebut dengan reply speaker yang nantinya akan memberikan dan menyampaikan reply speech (overview debate) yang diambil yang diambil dari pembicara pertama atau pembicara kedua.
C.  PENJURIAN
Dalam debat bahasa inggris, jumlah juri selalu ganjil unutk menghindari adanya “seri”. Juri dalam debat disebut adjudicator. Dalam debat bahasa inggris ada juga yang disebut dengan chairperson yaitu orang yang memimpin jalannya debat, dan ada juga time keeper yaitu orang yang bertugas menghitung waktu bicara debaters. Standar waktu bicara untuk tiap debater adalah 7 menit.
D.  TOPIK DEBAT
Topik yang diperdebatkan dalam debat bahasa inggris disebut MOTION. Motion biasanya diawali dengan:
THW(This House Would....) Apabila motion diawali dengan dengan THW, ini berarti proposal debate, maksudnya adalah peserta debat harus memberikan argument yang disertai dengan solusi dan langkah-langkah yang harus dilakukan (peserta harus mengajukan proposal) dalam solusi tersebut.
Apabila motion diawali dengan THBT (This House Believe That....) maka debat itu adalah philosophical debate, maksudnya adalah dalam debat itu nantinya hanya akan memperdebatkan bahwa sesuatu hal (yang disebutkan dalam motion tersebut) benar atau salah, baik atau tidak, signifikan atau tidak, tanpa memberikan langkah-langkah atau solusi penyelesaian. Baik motion THW maupun THBT, semua argument harus selalu disertai dengan bukti-bukti dan fakta-fakta yang relevan dan kuat serta contoh-contih yang relevan. Motion ada yang bisa langsung diperdebatkan dan ada juga yang harus didefinisikan terlebih dahulu.Contoh-contoh motions;-         
 THW stop importing rice-          THW ban alchoholic drinks-          THBT homeschooling is not good, dsb
E.  CARA MENDEFINISIKAN MOTION
Mendefinisikan motion maksudnya adalah mendeskripsikan motion agar lebih jelas dan lebih fokus atau lebih spesifik. Yang berhak mendefinisikan motion adalah affirmative team (team positif). Sedangkan tim negatif hanya berhak menyetujui atau menentang definisi tersebut. Apabila tim negatif menyetujui definisi itu maka debat akan dilanjutkan sesuai dengan motion yang telah didefinisikan tersebut. Perlu diketahui oleh semua debaters bahwa yang diperdebatkan adalah theme line bukan definisi ataupun motion debat. (theme line akan dijelaskan lebih lanjut nanti)Jika tim negatif tidak setuju dengan definisi yang diajukan oleh tim positif, maka tim negatif harus menentang definisi tersebut dan memberikan definisi baru yang benar. Tindakan menentang definisi yang disampaikan oleh tim positif ini dinamakan dengan CHALLENGE DEFINITION. Akan tetapi tim negatif harus benar-benar teliti dan hati-hati sebelum melakukan CHALLENGE DEFINITION ini, karena definisi yang bisa ditentang hanyalah definisi yang,-
 TRUISTIC                            : definisi yang sudah benar dan tidak dapat diperdebatkan lagi-          
TAUTOLOGICAL/ CIRCULAR         : definisi yang berputar-putar sehingga tidak jelas pointnya-
          SQUIRELLING                                : definisiyang tidak ada kaitannya dengan topik-
          TIME AND PLACE SETTING           : definisi yang mengambil setting background dengan waktu yang tidak tepat, misalnya mengambil kejadian yang sudah sangat tidak up to date, sehingga sulit diperdebatkan.
Untuk mendefinisikan motion, kita harus mengambil kata kunci yang penting dari motion tersebut dan mendefinisikannya sesuai dengan topik yang aktual yang bisa diperdebatkan. Misalnya, kita ambil motion “THW ban alchoholic drinks”. Disini ada dua kata penting, yaitu “ban” dan “alchoholic drinks”, kita harus mendefinisikan kata tersebut tidak sekedar definisi berdasarkan kamus. Ban (melarang=prohibit=not allow) maksudnya melarang yang bagaimana dan seperti apa.Kemudian kata “alchoholic drinks” juga harus didefinisikan, tidak hanya sekedar “minuman beralkohol” saja tetapi juga perlu disertakan dengan “minuman beralkohol dengan kadar .....%”, dengan disertai ALASAN POKOK yang merupakan IDE POKOK atau yang biasa disebut dengan THEME LINE. THEME LINE ini menjawab dari pertanyaan MENGAPA. Mengapa suatu hal harus dilarang, mengapa hal harus dihentikan, mengapa suatu hal tidak harus dilarang, dsb. Theme line inilah yang akan diperdebatkan dalam debat bahasa inggris. INGAT: Definisi dari tim positif harus JELAS, LOGIS sesuai motion, dan bisa diperdebatka/ada untuk diperdebatkan (debatable).
F.   ARGUMENTSetiap argument yang baik harus selalu memuat A-R-E-L, yaitu
1.       Assertion         : kalimat berisi pernyataan dari argument yang akan disampaikan.
2.       Reasoning       : alasan yang mendukung pernyataan argument.
3.       Evidences        : bukti-bukti dan fakta-fakta yang mendukung argument dan alasannya.
4.       Link back         : mengaitkan kembali dengan pokok bahasan (theme line)
G.  REBUTTLE
Rebuttle adalah sanggahan dari argument lawan, yang harus di-rebut adalah argument pokok dari tim lawan. Rebutlle biasanya berdasarkan pada:-          Fakta yang salah (error facts)-          Bukti yang tidak relevan (irrelevan proof)-          Hal-hal yang tidak masuk akal (illogical)
H.  JOB DESCRIPTIONS OF DEBATERS
I. AFFIRMATIVE TEAM
First speaker:-          Menyampaikan motion-          Memberikan background (latar belakang mengapa bisa muncul motion seperti itu, background ini dikaitkan dengan berita aktual yang berkaitan dengan motion)-          Menyampaikan definisi dari motion-          Menyampaikan room of debate (apa yang akan diperdebatkan dalam debat nanti)-          Menyampaikan stance dari timnya (posisi dari timnya, apakah setuju atau tidak setuju dengan topik, tim positif akan selalu setuju dengan theme line, sedangkan tim negatif tidak setuju)-          Menyampaikan theme line-          Menyampaikan team split (pembagian kerja tim)-          Menyampaikan argument pokok-          Menyimpulkan dan mengaitkan dengan topik.
Second speaker:-          Me-rebut argument pokok first speaker tim negatif-          Mengklarifikasi lagi kasus tim positif-          Menyampaikan argument pokok second speaker-          Mengaitkan argument pokok dengan topik/theme line-          Menyimpulkan dan menyampaikan kembali theme line tim positif.
Third speaker:-          Me-rebut argument pokok second speaker tim negatif-          Mengklarifikasi kasus tim positif-          Mengulas kembali argument yang telah disampaikan oleh first dan second speaker tim positif-          Menekankan kembali rebutal yang disampaikan oleh first dan second speaker tim positif, sambil terus menentang argument tim lawan-          Memberikan lebih banyak contoh yang relevan dengan topik-          Menyimpulkan apa yang disampaikan dan mengaitkan kembali apa yang disampaikan dengan topik-          INGAT: pada third speaker tidak boleh ada NEW MATTER argument/materi baru). Tugas utama pembicara ketiga adalah: ATTACK and give more examples. (umumnya ¾ dari waktu bicara untuk rebutal)NOTE: yang berhak menyampaikan argument hanya pembicara 1 dan 2, karena waktu pembicara 1 banyak tersita untuk definisi, background, team split, dsb, maka argument yang paling inti sebaiknya disampaikan oleh pembicara
II.NEGATIVE TEAM
First speaker:-          Merespon definisi yang disampaikan oleh first speaker tim positif; menyampaikan apakah menerima atau menolak definisi tersebut (accepts or challenges the defiintion)-          Rebut / sanggahan argument yang disampaikan first speaker tim positif-          Menyampaikan theme line tim negatif-          Menyampaikan theme split (pembagian kerja) tim negatif-          Menyampaikan argument pokok-          Menyimpulkan dan mengaitkan dengan topik
Second speaker:-          Me-rebut argument pokok second speaker tim positif-          Rebuild kembali/ tegakkan lagi kasus /theme line tim negatif-          Menyampaikan argument pokok second speaker negatif-          Mengaitkan argument dengan theme line atau topik-          Menyimpulkan dan menyampaikan kembali theme line tim negatif
Third speaker:-          Rebut argument yang telah disampaikan oleh tim positif-          Sampaikan kembali theme line / kasus yang disampaikan tim negatif; mengulas kembali argument yang telah disampaikan first and second speaker tim positif-          Menekankan kembali rebutal yang disampaikan oleh pembicara 1 dan 2 tadi, sambil terus menentang argument tim lawan-          Memberikan lebih banyak contoh yang relevan dengan topik-          Menyimpulkan apa yang disampaikan dan mengaitkan kembali apa yang disampaikan.-          INGAT: pada third speaker tidak boleh ada NEW MATTER (argument/materi baru). Tugas utama pembicara ketiga adalah: ATTACK and give more examples. (umumnya ¾ dari waktu bicara untuk rebutal)
REPLY SPEAKER
Reply speaker untuk tim positif maupun tim positif memiliki tugas:
1.      Overview the debate (mengulas kembali apa isi debat yang telah berlangsung tadi):-       Clash of the debate (ketidakcocokan antara tim negatif dengan tim positif tadi, perbedaan pendapat yang terjadi tadi disampaikan)-              Menyampaikan argument apa saja yang telah disampaikan timnya- 
2. Menyampaikan argument apa saja yang telah disampaikan tim lawan-       Menyampaikan kelebihan dari argument timnya dan kelemahan dari argument tim lawan-       Menekankan bahwa argument timnya lebih bagus dan lebih berhak untuk menang berdasarkan kelebihan argument timnya tadi. Jangan lupa untuk tetap dikaitkan dengan topik yang diperdebatkan. Reply speech bukanlah rebutal, jadi di sini sudah tidak boleh ada lagi rebutal,maupun hal-hal atau contoh-contoh baru.
3.      Yang bisa menjadi reply speaker adalah pembicara pertama atau pembicara kedua.
I.    TIMING DALAM DEBAT BAHASA INGGRIS
Tiap debater diberi waktu 7 menit untuk menyampaikan subtantive speech-nya (watu berbicara pada pembicara 1,2, dan 3). Tapi tidak untuk reply speech, untuk reply speech ini biasanya hanya 5 menit saja.Jadi, untuk masing-masing tim diberi waktu:-        
  First speaker          : 7 menit (subtantive speech)
Second speaker     : 7 menit (subtantive speech)-          
Third speaker        : 7 menit (subtantive speech)-          
Reply speech         : 5 menit (reply speech)Pada subtantive speech tersebut, pada setiap menit ke-6 akan diberi tanda ketukan satu kali oleh time keeper. Diberi ketukan 2 kali pada menit ke-7, dan ketukan berulang-ulang pada menit ke-7 lebih 20 detik. Apabila terjadi undertime (kurang waktu, misal kurang dari 6 menit) akan mengurangi nilai. Apabila sudah diberi ketukan berulang-ulang tapi pembicara belum berhenti berbicara, maka apa yang dibicarakan atau disampaikan sudah tidak akan didengarkan lagi oleh juri, dan hal ini juga bisa mengurangi nilai.Pada reply speech, pada menit ke-4 akan diketuk 1x, menit ke-5 akan diketuk 2x, dan pada menit ke-5 lebih 20 detik akan diketuk berulang-ulang.
J.  ASPEK YANG DINILAI DALAM DEBAT BAHASA INGGRIS
Ada 3 aspek yang dinilai dalam debat bahasa inggris:
1.      Manner dinilai 40%, meliputi:Delivery (public-speaking skills): bagaimana cara penyampaian argument, efektif atau tidak.Vocal style (volume suara), penggunaan bahasa, penggunaan catatan, kontak mata, gesture (gerakan-gerakan tubuh), posisi berdiri (stance), pakaian, humor, personal attack on opponents
2.      Methode dinilai 20%, meliputi:Structure and organization (struktur/sistematika penyampaian pidato, urut atau tidak mulai dari awal sampai akhir sesuai dengan tugas sebagai first, second atau third speaker)Overtime or undertime?Kemampuan untuk merespon kasus/argument yang disampaikan lawan
3.      Matter dinilai 40%:Materi /isi yang disampaikan dalam speech-nya, apakah relevan atau tidak, berbobot atau tidak.            
PENILAIAN: VICTORY POINT, SCORE, MARGIN



Jumat, 09 Oktober 2015

EXPRESSION OF INTENTION


EXPRESSION OF INTENTION

Will vs Be going to
Functions
will
Be going to
Future Planning/ certainty

√
Prediction
√
√
certainty/Decision
We’re going to have an extra class
-
√
Promise/Willingness (keinginan spontanitas) bell rumah berbunyi : I’ll open it.
√
-

 Add
Will  is for promise / unplanned future

Kamis, 10 September 2015

ADVERB CLAUSE



Adverb Clause
Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan kata kerja.
Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).
Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain: Clause of Time, Clause of Place, Clause of Contrast (or Concession), Clause of Manner, Clause of Purpose and Result, Clause of Cause and Effect/Clause of Condition. 

1. Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.
Contoh:
  • Shut the door before you go out.
  • You may begin when(ever) you are ready.
  • While he was walking home, he saw an accident.
  • By the time I arrive, Alex will have left.
  • No sooner had she entered than he gave an order.
2. Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.
Contoh:
  • They sat down wherever they could find empty seats
  • The guard stood where he was positioned.
  • Where there is a will, there is a way.
  • Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
  • Go where you like.
3. Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.
Contoh:
  • As the time you were sleeping, we were working hard.
  • Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
  • Although it is late, we'll stay a little longer.
  • He is very friendly, even if he is a clever student.
4. Clause of Manner
Clause yang menunjukkan cars bagaimana suatu pekerjaan dilakukan atau peristiwa terjadi. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, dll.
Contoh:
  • He did as I told him.
  • You may finish it how you like.
  • They may beat us again, like they did in 1978.
5. Clause of Purpose and Result
Clause yang menunjukkan hubungan maksud/tujuan dan hasil. Biasanya dibuat dengan menggunakan kata penghubung seperti (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, dll.
Contoh:
  • They went to the movie early (in order) to find the best seats.
  • She bought a book so (that) she could learn English
  • He is saving his money so that he may take a long vacation.
  • I am working night and day in the hope that I can finish this book soon.
6. Clause of Cause and Effect
Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.
Contoh:
  • Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
  • It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
  • The soup tastes so good that everyone will ask for more.
  • The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.



Di samping itu, untuk mengungkapkan hubungan cause and effect (sebab dan akibat) dapat digunakan pola lain, yaitu:
1.       Menggunakan Preposition (kata depan) seperti because of, due to, due to the fact that, dll
Contoh:
  • Because of the cold weather, we stayed home. (=We stayed home because of the cold weather)
  • Due to the cold weather, we stayed home. (=We stayed home due to the cold weather)
  • Due to the fact that the weather was cold, we stayed home. (=We stayed home due to the fact that the weather was cold)




2.       Menggunakan kata penghubung (conjunction) seperti because, since, now, that, as, as long as, in as much as
Contoh:
  • Because he was sleepy, he went to bed.
  • Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.
  • As she had nothing in particular to do, she called up a friend and asked her if she wanted to take in a movie.
  • In as much as the two government leaders could not reach an agreement, the possibilities for peace are still remote.

3.       Menggunakan transition words seperti therefore, consequently.
Contoh:
  • Alex failed the test because he didn't study.
  • Alex didn't study. Therefore, he failed the test.
  • Alex didn't study. Consequently, he failed the test.


Catatan:
Beberapa Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrases dengan cara:
1)      Menghilangkan subjek dari dependent Clause dan verb (be).
Contoh:
a.       ADVERB CLAUSE      : While I was walking to class, I ran into an old friend.
b.       MODIFYING PHRASE : While walking to class, I ran into an old friend.
2)      Jika dalam Adverb Clause tidak ada be, hilangkanlah subjek dan ubahlah verb dalam Adverb Clause itu menjadi bentuk -ing.
Contoh:
a.       ADVERB CLAUSE      : Before I left for work, I ate breakfast.
b.       MODIFYING PHRASE : Before leaving for work, I ate breakfast.
Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrase jika subjek dari adverb Clause dan subjek dari main Clause sama.
Contoh:
1. DAPAT DIRUBAH
  • While I was sitting in class, I fell asleep MENJADI While sitting in class, I fell asleep.
  • While Ann was sitting in class, she fell asleep MENJADI While sitting in class, Ann fell asleep.
  • Since Mary came to this country, she has made many friends MENJADI Since coming to this country, Mary has made many friends.
2. TIDAK DAPAT DIRUBAH
  • While the teacher was lecturing to the class, I fell asleep.
  • While we were walking home, a frog hopped across the road in front of us.

7. Clause of Condition
Clause yang menunjukkan adanya persyaratan antara dua kejadian (peristiwa) yang berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunctions seperti if, even if, unless, in the even that, or in even that, in case, provided (that), providing (that), on condition that, if only, suppose (that), supposing (that), dll.
Contoh:
  • If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
  • She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.
  • Suppose (that) your house burns down, do you have enough insurance to cover such a loss.
  • In case a robbery occurs in the hotel, the management must be notified at once.
  • The company will agree to arbitration on condition (that) the strike is called off at once.
  • We should be able to do the job for you quickly, provided (that) you give us all the necessary information.

Combine the following sentences/clause using the cause effect conjunction to form adverbial clause!
1.    She studied hard. She passed the test
2.    I was late. I did not get the tickets for the show
3.    I set my alarm for 5 am. I didn’t want to miss my sport class
4.    He is a perfectionist. He puts all the things in order perfectly.
5.    I got stomachache. I ate a lot of spicy food.